Kalau Tidak Sekarang, Kapan Lagi? Alasan Kenapa Kamu Harus Mulai Isi Website Hari Ini
Kalau pernah punya pertanyaan "Buat apa sih rajin nulis di website? Kan sekarang jamannya video pendek?" Ini jawabannya.
![]() |
| Statistik Artikel Sepi Pembaca di Awal |
Saya pun sempat berpikir begitu. Tapi setelah menjalani awal tahun 2026 ini dengan konsisten, saya menemukan jawaban yang tidak terbantahkan: Website adalah aset, bukan sekadar pajangan.
Sepanjang tahun 2026 ini, saya sudah merilis 9 artikel di blog pribadi saya. Hasilnya? Mungkin secara angka belum terlihat fantastis bagi sebagian orang. Rata-rata kunjungan per artikel berada di angka 30-an.
Kelihatannya sedikit? Mari kita bedah lebih dalam:
- Grafik yang Terus Naik: Dari 9 artikel tersebut, ada pola yang menarik. Pengunjungnya tidak berhenti di hari pertama, tapi terus naik secara perlahan. Inilah yang disebut Passive Traffic. Video medsos mungkin hilang dalam 24 jam, tapi artikel website bisa berumur bertahun-tahun.
- Membangun Jaringan Sebelum Butuh: Saat ini mungkin jaringan pelanggan saya belum terbentuk sempurna. Tapi justru di sinilah poinnya. Membangun kepercayaan itu butuh waktu. Kalau saya baru mulai menulis saat butuh pelanggan besok, ya sudah terlambat.
- Digital Foundation: Seperti strategi yang sering saya bagikan ke teman-teman UMKM, website adalah "Ruko Digital". Media sosial adalah "Sales"-nya. Tanpa isi yang kuat di website, Sales kita tidak punya bahan untuk meyakinkan orang.
Kenapa saya bilang "Kalau tidak sekarang, kapan lagi?"
Karena saat ini persaingan digital semakin ketat. Jika kita menunda satu hari, artinya kita membiarkan kompetitor mengamankan posisi di Google lebih dulu daripada kita.
Setiap baris kalimat yang saya tulis adalah "karyawan digital" yang bekerja 24 jam untuk memperkenalkan siapa itu Akbar dan apa itu Asisten Digital UMKM. 30 pengunjung per artikel berarti sudah ada 270-an orang yang mengenal pemikiran saya bulan ini. Itu bukan angka yang kecil untuk sebuah awal.
Jangan tunggu sampai sempurna dan punya ribuan pelanggan. Mulailah saat tidak ada yang melihat, agar saat jaringan pelanggan itu datang, rumah digital kita sudah siap menyambut mereka dengan rapi.
Bagaimana dengan rencana digital Anda tahun ini? Adakah rencana untuk mulai membangun aset sendiri? Tulis pendapat Anda di kolom komentar ya.
Kalau membutuhkan website sekaligus bantuan kontennya bisa hubungi saya dengan mengunjungi akbarbin.com.

Comments
Post a Comment