Langsung ke konten utama

Postingan

Bareng AI Menulis Artikel Bikin Wow Sekaligus Deg-Degan Tentang Hal Ini

Serba dimudahkan tapi dibuat deg-degan, begitulah rasanya hidup di zaman kecerdasan buatan dengan segala kecerdasan dan kengelanturannya. Saat menuliskan sesuatu, saya merasa semakin dimanjakan. Saya tidak perlu terlalu banyak memikirkan susunan tulisan karena AI dapat membantu merapikannya. Dengan begitu, saya bisa lebih cepat membagikan informasi dan menceritakan apa yang sedang saya alami. Begini Rasanya Bareng AI Menulis Artikel yang Serba Bisa Ini. Namun, justru karena kemudahan itu, saya merasa kita tetap perlu menulis. Bukan hanya untuk menyampaikan berita terkini, tetapi juga untuk meninggalkan catatan tentang perjalanan manusia yang hidup pada zaman ini. Kegundahan dari berbagai persoalan yang kita hadapi sekarang bisa menjadi informasi bagi generasi penerus untuk memahami situasi yang pernah kita alami di zaman ini. Mereka dapat mengetahui bagaimana kita berpikir, menghadapi perubahan, dan menggunakan teknologi yang tersedia pada masa kita hidup sekarang. Tulisan ini adalah c...
Postingan terbaru

Dari Ruby on Rails hingga AI: Pelajaran dari DHH

Ketika telat menyadari bahwa pembuat Ruby on Rails begitu menginspirasi dalam menulis kode perangkat lunak pada masa kini yang membuat produktifitas semakin tinggi. Sebagai seorang Ruby on Rails developer, sejak awal saya tahu bahwa David Heinemeier Hansson (DHH) adalah pencipta Rails dan Yukihiro Matsumoto (Matz) adalah pencipta Ruby. Namun, saat itu saya belum benar-benar mengenal siapa DHH, bagaimana perjalanan kariernya, dan bagaimana pemikirannya berkembang. Pengaruh AI Membuat Penulisan Kode Berubah. Sekitar dua tahun lalu, saya mulai mengikuti sebagian tulisan dan konten yang ia bagikan di internet. Saya menyadari bahwa DHH bukan hanya seorang developer, tetapi juga seseorang yang aktif menyuarakan pandangannya tentang Ruby, Rails, dan bagaimana seharusnya kita membangun software. Sejak Rails 3, saya merasakan bagaimana framework ini terus berkembang dengan berbagai inovasi. Perkembangan itu membuat saya ikut beradaptasi dan berusaha meningkatkan kemampuan hingga Rails 8. Salah ...

Ketika Klien Ingin Mengunggah Foto dan Video Website Sendiri, Ini yang Saya Lakukan

Bagaimana jika klien ingin mengelola dan mengunggah foto serta video ke website sendiri? Awalnya, saya membuat website ini menggunakan HTML, CSS, dan JavaScript. Artinya, setiap kali ada perubahan konten, klien perlu meminta saya untuk memperbaruinya. Namun, saya merasa klien juga perlu memiliki keleluasaan untuk mengelola kontennya sendiri. Pengerjaan Website UMKM Dengan WordPress Studio Mari ikuti tulisan ini untuk mengetahui bagaimana saya menangani kebutuhan tersebut. Website bukan hanya tentang tampilan yang menarik. Bagi pemilik usaha, website juga perlu mudah dikelola agar informasi bisnis dan dokumentasi pekerjaan bisa diperbarui sesuai kebutuhan. Saat mengerjakan proyek website untuk usaha aluminium dan besi, saya menemukan kebutuhan penting: pemilik usaha ingin mengelola foto dan video hasil pekerjaannya sendiri. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, saya memilih menggunakan WordPress. Dengan WordPress, pemilik usaha dapat mengunggah foto dan video melalui dashboard tanpa harus ...

Niat Buat Website Laundry Malah Panen Orderan Cuci Baju

Sebuah hasil tak terduga datang dari proyek eksperimen yang baru saja saya bangun. Beberapa waktu lalu, saya membuat sebuah website template laundry di akbarbin.com/laundry . Niat awalnya sederhana: saya ingin menawarkan jasa pembuatan website untuk para pemilik usaha laundry. Namun, yang terjadi justru di luar dugaan. Bukannya orang menghubungi saya untuk membeli template atau memesan website, mereka justru menghubungi saya untuk pesan jasa cuci baju! Buat Konten di Website Kamu untuk Mendapat Orderan Cuci Baju Keanehan ini semakin jelas saat saya mengecek Google Search Console. Di sana, mulai bermunculan kata kunci pencarian "Akbar Laundry" . Usut punya usut, hal ini terjadi karena saya cukup aktif membuat konten, baik di media sosial maupun website, tentang pentingnya media digital dan copywriting yang tepat untuk memasarkan bisnis laundry. Rupanya, copywriting dan contoh konten yang saya buat terlalu meyakinkan. Teks default WhatsApp yang saya pasang di website juga ...

Menurunkan Ekspektasi: Mengejar Indeks Google Sebelum Bicara Soal Ranking

Belakangan ini, saya terlalu fokus memikirkan cara agar artikel blog saya bisa masuk ke halaman pertama Google. Mengejar ranking , mencari kata kunci yang tepat, dan berharap trafik berdatangan. Namun, beberapa minggu terakhir saya tersadar akan satu hal mendasar yang sempat terlupakan: Bagaimana mau mengejar ranking , kalau lolos seleksi untuk terindeks saja belum? Ketika Artikel Begitu Sulit Diindeks Google Penasaran dengan hal tersebut, saya mulai mengamati performa beberapa artikel terakhir di blog ini. Pertanyaannya satu: Kenapa ya ada artikel yang tidak mau diindeks oleh Google? Kecurigaan pada Artikel Full AI Saya mencoba menganalisis artikel yang saya buat sepenuhnya menggunakan bantuan Kecerdasan Buatan (AI). Salah satunya adalah artikel ini: 👉 30 Data Penting Google Business Profile Saat itu, alasan saya memakai AI sepenuhnya cukup sederhana: saya merasa topik tersebut berisi data-data umum yang tidak perlu saya tulis manual dari nol. Biar cepat dan praktis, pikir saya. Masa...

Saya Ingin Tulisan Saya Tidak Hanya Terbit, tetapi Juga Ditemukan

Hanya 30% tulisan saya yang berhasil diindeks Google. Angka itu membuat saya berhenti dan melihat kembali cara saya menulis. Sejak 2025, saya mulai rutin menulis di blog. Awalnya saya berpikir sederhana: setelah tulisan dipublikasikan di Blogger, tulisan tersebut akan muncul di Google. Ternyata tidak sesederhana itu. Tidak Mudah Untuk Bisa Diindeks Google Hal ini membuat saya melihat kembali cara saya menulis. Selama ini saya memang rutin membuat tulisan, tetapi beberapa di antaranya masih seperti catatan pribadi. Saya menulis apa yang ada di kepala tanpa cukup mendalami topik, mencari informasi pendukung, atau memikirkan apakah tulisan tersebut benar-benar menjawab kebutuhan pembaca. Saya tidak ingin terus mengulang hal yang sama. Karena itu, mulai sekarang saya ingin mencoba memperbaiki proses menulis saya. Sebelum menulis, saya akan lebih dulu menentukan apa yang ingin dibahas, mencari informasi yang diperlukan, memperdalam topiknya, kemudian menyusunnya agar lebih mudah dipahami...

Apakah Saya Perlu Website untuk Bisnis? Ini Cara Menentukannya

Apakah saya perlu website untuk bisnis? Pertanyaan ini sering muncul, terutama bagi pemilik UMKM dan bisnis kecil yang sudah menggunakan WhatsApp, Instagram, TikTok, atau Google Business Profile untuk menjalankan bisnisnya. Kalau pelanggan sudah bisa menemukan bisnis melalui media sosial dan menghubungi melalui WhatsApp, apakah website masih diperlukan? Jawabannya, tidak semua bisnis wajib memiliki website. Ketika Bisnis Anda Ingin Tahu Kebutuhan Website Namun, website bisa menjadi aset yang bermanfaat ketika Anda ingin bisnis lebih mudah ditemukan di Google, menampilkan layanan dan portofolio secara lebih terstruktur, membangun kredibilitas, atau memiliki aset digital sendiri. Jadi, keputusan membuat website sebaiknya tidak hanya karena mengikuti tren. Pertanyaan yang lebih penting adalah: Apakah website dapat membantu bisnis saya mencapai tujuan tertentu? Apa Fungsi Website untuk Bisnis? Website dapat menjadi pusat informasi resmi sebuah bisnis. Di dalamnya, Anda dapat menjelaskan be...