Belakangan ini, saya terlalu fokus memikirkan cara agar artikel blog saya bisa masuk ke halaman pertama Google. Mengejar ranking , mencari kata kunci yang tepat, dan berharap trafik berdatangan. Namun, beberapa minggu terakhir saya tersadar akan satu hal mendasar yang sempat terlupakan: Bagaimana mau mengejar ranking , kalau lolos seleksi untuk terindeks saja belum? Ketika Artikel Begitu Sulit Diindeks Google Penasaran dengan hal tersebut, saya mulai mengamati performa beberapa artikel terakhir di blog ini. Pertanyaannya satu: Kenapa ya ada artikel yang tidak mau diindeks oleh Google? Kecurigaan pada Artikel Full AI Saya mencoba menganalisis artikel yang saya buat sepenuhnya menggunakan bantuan Kecerdasan Buatan (AI). Salah satunya adalah artikel ini: 👉 30 Data Penting Google Business Profile Saat itu, alasan saya memakai AI sepenuhnya cukup sederhana: saya merasa topik tersebut berisi data-data umum yang tidak perlu saya tulis manual dari nol. Biar cepat dan praktis, pikir saya. Masa...
Hanya 30% tulisan saya yang berhasil diindeks Google. Angka itu membuat saya berhenti dan melihat kembali cara saya menulis. Sejak 2025, saya mulai rutin menulis di blog. Awalnya saya berpikir sederhana: setelah tulisan dipublikasikan di Blogger, tulisan tersebut akan muncul di Google. Ternyata tidak sesederhana itu. Tidak Mudah Untuk Bisa Diindeks Google Hal ini membuat saya melihat kembali cara saya menulis. Selama ini saya memang rutin membuat tulisan, tetapi beberapa di antaranya masih seperti catatan pribadi. Saya menulis apa yang ada di kepala tanpa cukup mendalami topik, mencari informasi pendukung, atau memikirkan apakah tulisan tersebut benar-benar menjawab kebutuhan pembaca. Saya tidak ingin terus mengulang hal yang sama. Karena itu, mulai sekarang saya ingin mencoba memperbaiki proses menulis saya. Sebelum menulis, saya akan lebih dulu menentukan apa yang ingin dibahas, mencari informasi yang diperlukan, memperdalam topiknya, kemudian menyusunnya agar lebih mudah dipahami...