Langsung ke konten utama

Modal HP Saja: Generative AI Bantu Pangkas Hingga 83% Waktu Buat Artikel

Dulu, saya biasanya menghabiskan waktu hampir 6 jam untuk menulis satu artikel, kini bisa saya selesaikan hanya dalam 1 jam modal Handphone saja. Manfaatnya sangat besar yaitu 83% waktu dipangkas dan  anehnya AI seolah mengerti apa yang menjadi maksud dan tujuan saya. Namun saya tidak bisa membohongi diri sendiri bahwa masih ada bagian-bagian yang terasa "kurang enak" dibaca.

Generative AI Bantu Pangkas 83% Waktu Buat Artikel

Teknologi ini memang tidak bisa disangkal keberadaannya. Meskipun saya belum berani menggunakannya secara penuh untuk koding, untuk urusan menulis, saya sudah mulai mengandalkannya.

Namun di balik kecepatan itu, muncul keraguan. Saya belum yakin dengan "racikan" AI. Saya merasa tulisan saya jadi terlalu banyak bercerita (curhat) tanpa analisis yang dalam. Sehingga masih terasa sangat kaku dan terendus buatan AI. Saya merasa belum mampu menyelaraskan gaya bahasa AI dengan gaya bahasa manusiawi saya sendiri. Tapi ini adalah proses yang akan terus saya perbaiki sambil jalan.

Saat ini, saya memilih fokus membahas topik ini karena saya yakin kemampuan menulis (meskipun dibantu AI) akan menunjang karir saya ke depannya. Saya mulai belajar mengalir sekarang dengan hasil 73% menyukai kombinasi tulisan AI dan manusia.

Mengenai manfaat isinya, saya belum yakin. Ini masih sebatas catatan pribadi di masa transisi dan penyesuaian. Tapi satu hal yang pasti yaitu bisa memangkas waktu dari 6 jam menjadi 1 jam adalah sebuah kemajuan. Sekarang saya bisa produktif di malam hari, bahkan hanya lewat HP tanpa perlu buka laptop. Dengan sedikit prompt, AI menghasilkan tulisan yang luar biasa rapi, meski saya tahu sentuhan manusianya masih perlu diperhatikan.

Ingin buat artikel dengan bantuan AI dan manusia? Kunjungi untuk lebih detailnya: akbarbin.com

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kenapa Website Tidak Ada Pengunjung? Ternyata Kodingan Cepat Saja Belum Cukup

Saya mulai memanfaatkan Blog untuk menulis semenjak tahun 2008. Namun selama ini, saya masih terjebak menganggap bahwa menulis itu hanya sekadar diari harian untuk mendokumentasikan kegiatan pribadi saya saja. Tahun demi tahun saya tetap menulis dengan tingkat konsistensi yang rendah. Saya menyadari, terkadang muncul rasa jengkel karena artikel ini kok rasa-rasanya peminat yang baca sedikit. Hal itu sempat membuat saya malas dan sempat berhenti menulis. Mau tidak mau, muncul pikiran di dalam hati: Apakah tulisan saya ini sebegitu tidak menarik untuk dibaca? Sempat berpikir seperti itu, hingga akhirnya saya melihat fakta bahwa website yang saya bangun sendiri pun ternyata sepi pengunjung. Mulai dari situ saya berpikir, ada apa ini? Padahal saya sudah mencoba menerapkan berbagai teknik agar website bisa diakses dengan super cepat melalui koding manual, namun hal itu tetap belum bisa mendongkrak pengunjung websitenya. Titik Balik dan Keresahan Timbul Hari demi hari saya berpikir keras. Ba...

Cara Ampuh Menghasilkan Tulisan Pertama Kamu

Pernah merasa kesulitan untuk menulis tulisan pertama kamu? Jika iya, tulisan ini tepat untuk kamu yang ingin berbagi lewat tulisan tapi ragu untuk memulainya. Saat kamu membaca tulisan ini artinya ada ketertarikan untuk menulis. Sebuah pertanda yang baik untuk mempersiapkan diri menulis tulisan pertama kamu. Menulis menurut KBBI adalah melahirkan pemikiran (seperti mengarang atau membuat surat) dengan tulisan. Sedangkan tulisan sendiri memiliki arti hasil menulis. Gambar: Cara Ampuh Menghasilkan Tulisan Pertama Kamu Adapun cara ampuh untuk menulis tulisan pertama kamu dengan menceritakan kegiatan keseharian kamu. Sebagai contoh sebagai Software Developer ingin menuliskan "Bug yang Mengajarkan Kesabaran". Hal tersebut berguna bagi pembaca untuk tahu cara pandang kamu dalam mengambil keputusan dalam menyelesaikan masalah tersebut. Pembaca akan terbantu dengan pengetahuan yang kamu sampaikan tanpa harus mengalaminya sendiri. Percayalah tulisan yang kamu bagikan akan bermanfaat ...

Pengalaman Menawarkan Jasa Website ke UMKM di Lumajang Secara Door-to-Door

Lebih dari satu dekade bekerja sebagai pengembang web membuat saya terbiasa berada di balik layar untuk menulis kode, membangun fitur, dan menyelesaikan berbagai kebutuhan teknis. Namun beberapa waktu terakhir, saya mencoba sesuatu yang berbeda: keluar rumah dan mendatangi pelaku usaha secara langsung untuk menawarkan layanan pembuatan website. Dari pengalaman door-to-door ini, saya belajar bahwa tantangan terbesar bukanlah membuat website, melainkan menjelaskan manfaatnya kepada pemilik usaha yang belum pernah menggunakannya. "Website Itu Apa, Mas?" Saat berbincang dengan beberapa pemilik usaha di Lumajang, saya menemukan bahwa website masih dianggap sebagai sesuatu yang rumit, mahal, dan belum tentu membantu penjualan. Salah satu kalimat yang paling sering saya dengar adalah: "Saya nggak mau ribet, Mas. Yang penting dagangan saya laku." Kalimat sederhana ini membuat saya sadar bahwa banyak pelaku UMKM tidak membutuhkan teknologi yang rumit. Mereka hanya ingin solu...