Langsung ke konten utama

Dari Ruby on Rails hingga AI: Pelajaran dari DHH

Ketika telat menyadari bahwa pembuat Ruby on Rails begitu menginspirasi dalam menulis kode perangkat lunak pada masa kini yang membuat produktifitas semakin tinggi. Sebagai seorang Ruby on Rails developer, sejak awal saya tahu bahwa David Heinemeier Hansson (DHH) adalah pencipta Rails dan Yukihiro Matsumoto (Matz) adalah pencipta Ruby. Namun, saat itu saya belum benar-benar mengenal siapa DHH, bagaimana perjalanan kariernya, dan bagaimana pemikirannya berkembang.

Dari Ruby on Rails hingga AI: Pelajaran dari DHH.
Pengaruh AI Membuat Penulisan Kode Berubah.

Sekitar dua tahun lalu, saya mulai mengikuti sebagian tulisan dan konten yang ia bagikan di internet. Saya menyadari bahwa DHH bukan hanya seorang developer, tetapi juga seseorang yang aktif menyuarakan pandangannya tentang Ruby, Rails, dan bagaimana seharusnya kita membangun software.

Sejak Rails 3, saya merasakan bagaimana framework ini terus berkembang dengan berbagai inovasi. Perkembangan itu membuat saya ikut beradaptasi dan berusaha meningkatkan kemampuan hingga Rails 8.

Salah satu momen yang paling berkesan adalah ketika saya menonton podcast DHH selama enam jam: https://www.youtube.com/watch?v=vagyIcmIGOQ.

Saya benar-benar kagum dengan energi, kejernihan berpikir, dan prinsip simplicity yang terus ia tekankan. Saya juga semakin menghormatinya ketika mengetahui sisi lain kehidupannya, termasuk perannya sebagai seorang ayah yang peduli terhadap keluarga dan kecintaannya pada balap mobil.

Dalam podcast tersebut, pembahasan tentang AI juga menarik perhatian saya. Saat itu, saya menangkap bahwa DHH masih merasa ada sesuatu yang hilang ketika developer terlalu bergantung pada AI untuk menulis kode. Ia menikmati proses coding secara langsung, menulis kode dengan tangannya sendiri.

Namun, seiring waktu, saya melihat bagaimana pandangannya terus berkembang. AI juga membantunya membangun Omarchy, sistem operasi yang ia kembangkan. Bagi saya, ini menarik: seseorang yang begitu mencintai proses menulis kode secara manual ternyata juga mampu melihat manfaat teknologi baru.

Kemudian, pada tulisan blognya tanggal 6 Oktober berjudul Over My Dead Pencil, DHH kembali membahas perubahan dalam cara orang menulis kode. Saya melihatnya sebagai bagian dari diskusi yang lebih luas tentang bagaimana AI mengubah pekerjaan seorang developer.

Saya sendiri merasakan manfaatnya. Sebuah proyek landing page yang sebelumnya membutuhkan hampir dua minggu untuk saya kerjakan, kini bisa saya selesaikan dalam sekitar tujuh hari hingga tahap finishing.

Bagi saya, AI bukan berarti kehilangan identitas sebagai developer. Justru, AI bisa menjadi alat untuk membantu kita bekerja lebih produktif, selama kita tetap memahami apa yang kita bangun dan bertanggung jawab atas hasilnya.

Saya senang menjadi bagian dari ekosistem Ruby on Rails, sebuah ekosistem yang memiliki sosok dengan pemikiran kuat, prinsip yang jelas, dan keberanian untuk terus beradaptasi dengan perubahan zaman.

Terima kasih, DHH. Bukan hanya karena Rails yang telah Anda ciptakan, tetapi juga karena pemikiran dan perjalanan Anda memberikan inspirasi bagi developer seperti saya.

Dan ternyata, ada podcast lainnya yang baru saya ketahui, sekitar sebulan lalu. Saya sudah tidak sabar untuk menontonnya!

https://www.youtube.com/watch?v=NYFGCESmikA

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kenapa Website Tidak Ada Pengunjung? Ternyata Kodingan Cepat Saja Belum Cukup

Saya mulai memanfaatkan Blog untuk menulis semenjak tahun 2008. Namun selama ini, saya masih terjebak menganggap bahwa menulis itu hanya sekadar diari harian untuk mendokumentasikan kegiatan pribadi saya saja. Tahun demi tahun saya tetap menulis dengan tingkat konsistensi yang rendah. Saya menyadari, terkadang muncul rasa jengkel karena artikel ini kok rasa-rasanya peminat yang baca sedikit. Hal itu sempat membuat saya malas dan sempat berhenti menulis. Mau tidak mau, muncul pikiran di dalam hati: Apakah tulisan saya ini sebegitu tidak menarik untuk dibaca? Sempat berpikir seperti itu, hingga akhirnya saya melihat fakta bahwa website yang saya bangun sendiri pun ternyata sepi pengunjung. Mulai dari situ saya berpikir, ada apa ini? Padahal saya sudah mencoba menerapkan berbagai teknik agar website bisa diakses dengan super cepat melalui koding manual, namun hal itu tetap belum bisa mendongkrak pengunjung websitenya. Titik Balik dan Keresahan Timbul Hari demi hari saya berpikir keras. Ba...

Pengalaman Menawarkan Jasa Website ke UMKM di Lumajang Secara Door-to-Door

Lebih dari satu dekade bekerja sebagai pengembang web membuat saya terbiasa berada di balik layar untuk menulis kode, membangun fitur, dan menyelesaikan berbagai kebutuhan teknis. Namun beberapa waktu terakhir, saya mencoba sesuatu yang berbeda: keluar rumah dan mendatangi pelaku usaha secara langsung untuk menawarkan layanan pembuatan website. Dari pengalaman door-to-door ini, saya belajar bahwa tantangan terbesar bukanlah membuat website, melainkan menjelaskan manfaatnya kepada pemilik usaha yang belum pernah menggunakannya. "Website Itu Apa, Mas?" Saat berbincang dengan beberapa pemilik usaha di Lumajang, saya menemukan bahwa website masih dianggap sebagai sesuatu yang rumit, mahal, dan belum tentu membantu penjualan. Salah satu kalimat yang paling sering saya dengar adalah: "Saya nggak mau ribet, Mas. Yang penting dagangan saya laku." Kalimat sederhana ini membuat saya sadar bahwa banyak pelaku UMKM tidak membutuhkan teknologi yang rumit. Mereka hanya ingin solu...

Cara Ampuh Menghasilkan Tulisan Pertama Kamu

Pernah merasa kesulitan untuk menulis tulisan pertama kamu? Jika iya, tulisan ini tepat untuk kamu yang ingin berbagi lewat tulisan tapi ragu untuk memulainya. Saat kamu membaca tulisan ini artinya ada ketertarikan untuk menulis. Sebuah pertanda yang baik untuk mempersiapkan diri menulis tulisan pertama kamu. Menulis menurut KBBI adalah melahirkan pemikiran (seperti mengarang atau membuat surat) dengan tulisan. Sedangkan tulisan sendiri memiliki arti hasil menulis. Gambar: Cara Ampuh Menghasilkan Tulisan Pertama Kamu Adapun cara ampuh untuk menulis tulisan pertama kamu dengan menceritakan kegiatan keseharian kamu. Sebagai contoh sebagai Software Developer ingin menuliskan "Bug yang Mengajarkan Kesabaran". Hal tersebut berguna bagi pembaca untuk tahu cara pandang kamu dalam mengambil keputusan dalam menyelesaikan masalah tersebut. Pembaca akan terbantu dengan pengetahuan yang kamu sampaikan tanpa harus mengalaminya sendiri. Percayalah tulisan yang kamu bagikan akan bermanfaat ...