Langsung ke konten utama

Apakah Saya Perlu Website untuk Bisnis? Ini Cara Menentukannya

Apakah saya perlu website untuk bisnis?


Pertanyaan ini sering muncul, terutama bagi pemilik UMKM dan bisnis kecil yang sudah menggunakan WhatsApp, Instagram, TikTok, atau Google Business Profile untuk menjalankan bisnisnya.

Kalau pelanggan sudah bisa menemukan bisnis melalui media sosial dan menghubungi melalui WhatsApp, apakah website masih diperlukan?

Jawabannya, tidak semua bisnis wajib memiliki website.

Apakah Bisnis Jasa Anda Membutuhkan Website? Ini jawabannya
Ketika Bisnis Anda Ingin Tahu Kebutuhan Website

Namun, website bisa menjadi aset yang bermanfaat ketika Anda ingin bisnis lebih mudah ditemukan di Google, menampilkan layanan dan portofolio secara lebih terstruktur, membangun kredibilitas, atau memiliki aset digital sendiri.

Jadi, keputusan membuat website sebaiknya tidak hanya karena mengikuti tren.

Pertanyaan yang lebih penting adalah:

Apakah website dapat membantu bisnis saya mencapai tujuan tertentu?

Apa Fungsi Website untuk Bisnis?

Website dapat menjadi pusat informasi resmi sebuah bisnis.

Di dalamnya, Anda dapat menjelaskan berbagai informasi yang dibutuhkan calon pelanggan, seperti:

  • Profil bisnis

  • Produk atau layanan

  • Portofolio

  • Foto hasil pekerjaan

  • Testimoni

  • Area layanan

  • Alamat dan kontak

  • Link WhatsApp

  • Informasi lainnya

Dengan begitu, calon pelanggan tidak perlu mencari informasi dari berbagai tempat.

Website dapat menjadi tempat untuk mengumpulkan informasi utama bisnis dalam satu halaman atau beberapa halaman yang saling terhubung.

7 Tanda Bisnis Anda Mulai Membutuhkan Website

Tidak semua bisnis harus langsung membuat website.

Namun, beberapa kondisi berikut dapat menjadi tanda bahwa website mulai layak dipertimbangkan.

1. Ingin Bisnis Ditemukan di Google

Jika calon pelanggan mencari produk atau jasa melalui Google, website dapat menjadi salah satu aset yang mendukung kehadiran bisnis di hasil pencarian.

Misalnya:

  • jasa renovasi rumah

  • jasa aluminium

  • kontraktor

  • katering

  • kursus bahasa Inggris

  • jasa desain interior

  • fotografer

  • jasa pembuatan website

Website membantu memberikan informasi yang lebih lengkap mengenai bisnis, layanan, lokasi, dan topik yang relevan.

Namun perlu diingat, memiliki website tidak otomatis membuat bisnis berada di halaman pertama Google.

Website tetap perlu dioptimalkan dengan struktur yang baik, konten yang relevan, SEO, pengalaman pengguna, dan berbagai faktor lainnya.

2. Sudah Memiliki Portofolio

Jika Anda menjalankan bisnis jasa, portofolio dapat membantu calon pelanggan melihat hasil pekerjaan sebelumnya.

Misalnya bisnis:

  • Kontraktor

  • Renovasi rumah

  • Aluminium

  • Interior

  • Fotografi

  • Videografi

  • Desain grafis

  • Arsitektur

Hasil pekerjaan dapat ditampilkan dalam satu website sehingga calon pelanggan lebih mudah melihat contoh pekerjaan Anda.

Daripada calon pelanggan harus mencari satu per satu melalui postingan media sosial, website dapat mengelompokkan portofolio berdasarkan jenis pekerjaan.

3. Sering Mendapat Pertanyaan yang Sama

Coba perhatikan pertanyaan yang sering dikirim calon pelanggan melalui WhatsApp.

Misalnya:

"Jasanya apa saja?"

"Ada contoh hasil pekerjaannya?"

"Bisa mengerjakan daerah saya?"

"Lokasinya di mana?"

"Sudah pernah mengerjakan proyek seperti ini?"

Informasi yang sering ditanyakan tersebut dapat ditampilkan di website.

Dengan begitu, calon pelanggan dapat membaca informasi dasar terlebih dahulu sebelum menghubungi Anda.

Bukan berarti WhatsApp menjadi tidak diperlukan.

Justru website dan WhatsApp dapat saling melengkapi.

Contohnya:

Google → Website → Lihat layanan → Lihat portofolio → WhatsApp → Konsultasi

4. Ingin Menampilkan Bisnis Secara Lebih Profesional

Website dapat membantu bisnis menyajikan informasi secara lebih terstruktur.

Misalnya:

Tentang Kami

Menjelaskan bisnis dan pengalaman.

Layanan

Menjelaskan produk atau jasa.

Portofolio

Menampilkan hasil pekerjaan.

Testimoni

Menampilkan pengalaman pelanggan jika tersedia.

Kontak

Memudahkan calon pelanggan menghubungi bisnis.

Namun, website bukan jaminan calon pelanggan pasti membeli.

Harga, kualitas, pengalaman, pelayanan, ulasan, rekomendasi, dan berbagai faktor lain tetap dapat memengaruhi keputusan pelanggan.

5. Mulai Membangun Brand

Ketika bisnis masih kecil, pelanggan mungkin datang dari teman, keluarga, atau rekomendasi.

Namun, ketika bisnis mulai berkembang, kebutuhan untuk membangun identitas bisnis juga dapat meningkat.

Website dapat menjadi salah satu pusat informasi brand.

Calon pelanggan dapat mengenal bisnis melalui:

  • Nama usaha

  • Logo

  • Deskripsi

  • Produk atau layanan

  • Portofolio

  • Cerita bisnis

  • Kontak

Semua informasi tersebut dapat disusun dalam satu tempat.

6. Ingin Memiliki Aset Digital Sendiri

Instagram, TikTok, Facebook, dan platform lainnya sangat berguna untuk pemasaran.

Namun, platform tersebut merupakan layanan milik pihak lain.

Website memberikan ruang digital yang dapat Anda kelola sendiri dengan domain bisnis.

Anda dapat memiliki:

  • Domain sendiri

  • Halaman bisnis sendiri

  • Portofolio sendiri

  • Artikel sendiri

  • Informasi layanan

  • Form kontak

  • Tombol WhatsApp

Karena itu, website dapat menjadi salah satu aset digital jangka panjang bagi bisnis.

7. Ingin Menjangkau Pelanggan dari Wilayah yang Lebih Luas

Misalnya saat ini pelanggan Anda sebagian besar berasal dari sekitar tempat usaha.

Kemudian Anda ingin mulai melayani pelanggan dari kota atau wilayah lain.

Website dapat membantu menjelaskan area layanan bisnis.

Misalnya:

Melayani Kediri, Blitar, Tulungagung, dan sekitarnya.

Informasi tersebut kemudian dapat didukung dengan Google Business Profile, SEO lokal, media sosial, dan strategi pemasaran lainnya.

Apakah UMKM Perlu Website?

Tidak semua UMKM harus langsung memiliki website.

Bagi UMKM yang baru mulai, WhatsApp, Google Business Profile, dan media sosial mungkin sudah cukup untuk kebutuhan digital dasar.

Namun, website mulai layak dipertimbangkan ketika bisnis sudah memiliki:

  • Produk atau layanan yang jelas

  • Identitas bisnis

  • Foto produk atau hasil pekerjaan

  • Testimoni

  • Informasi yang ingin ditampilkan

  • Pelanggan

  • Keinginan mendapatkan pelanggan dari Google

Website juga tidak harus langsung besar.

UMKM dapat memulai dengan website sederhana yang berisi informasi paling penting.

Apakah Instagram dan WhatsApp Saja Cukup?

Bisa saja.

Tidak semua bisnis harus memiliki website.

Instagram dapat digunakan untuk:

  • Membagikan konten

  • Menampilkan produk

  • Menunjukkan aktivitas bisnis

  • Berinteraksi dengan pelanggan

WhatsApp dapat digunakan untuk:

  • Konsultasi

  • Menjawab pertanyaan

  • Mengirim katalog

  • Follow-up

  • Melakukan transaksi

Google Business Profile dapat membantu bisnis hadir di Google Search dan Google Maps.

Sementara website dapat menjadi tempat untuk menyatukan informasi bisnis secara lebih terstruktur.

Jadi, bukan berarti bisnis harus memilih salah satu.

Website, Google, media sosial, dan WhatsApp dapat memiliki fungsi yang berbeda dan saling melengkapi.

Kapan Bisnis Belum Perlu Website?

Ada kondisi ketika website memang belum menjadi prioritas.

Misalnya:

  • Bisnis masih sangat baru

  • Belum memiliki portofolio

  • Informasi bisnis masih sangat sederhana

  • Pelanggan masih banyak berasal dari rekomendasi

  • Anggaran pemasaran sangat terbatas

  • Ada kebutuhan bisnis lain yang lebih mendesak

Dalam kondisi tersebut, Anda dapat memprioritaskan kebutuhan dasar terlebih dahulu.

Misalnya:

Produk atau jasa → kualitas → Google Business Profile → WhatsApp → media sosial → mendapatkan pelanggan

Setelah bisnis mulai berkembang, website dapat dibuat sebagai langkah berikutnya.

Yang penting bukan seberapa cepat Anda memiliki website.

Yang penting adalah apakah website tersebut benar-benar memiliki fungsi bagi bisnis.

Website Seperti Apa yang Dibutuhkan Bisnis Kecil?

Bisnis kecil tidak selalu membutuhkan website yang besar dan memiliki banyak fitur.

Website sederhana dapat menjadi pilihan untuk memulai.

Beberapa bagian yang dapat dimasukkan antara lain:

Home

Berisi informasi singkat mengenai bisnis, produk atau layanan, keunggulan, dan tombol kontak.

Produk atau Layanan

Menjelaskan produk atau jasa yang ditawarkan.

Portofolio

Menampilkan hasil pekerjaan atau proyek sebelumnya.

Tentang Kami

Menjelaskan profil dan informasi bisnis.

Testimoni

Menampilkan testimoni pelanggan jika tersedia.

Kontak

Memudahkan calon pelanggan menghubungi bisnis melalui WhatsApp, telepon, email, atau media lainnya.

Artikel

Artikel dapat digunakan untuk memberikan informasi kepada calon pelanggan sekaligus mendukung upaya SEO.

Tidak semua bisnis membutuhkan seluruh bagian tersebut.

Struktur website sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan bisnis.

Berapa Biaya Membuat Website untuk Bisnis?

Biaya website dapat berbeda-beda tergantung kebutuhan.

Beberapa faktor yang dapat memengaruhi biaya antara lain:

  • Jumlah halaman

  • Desain

  • Copywriting

  • Foto dan materi

  • Fitur

  • Integrasi

  • SEO

  • Domain

  • Hosting

  • Maintenance

Website profil usaha sederhana tentu memiliki kebutuhan yang berbeda dengan toko online atau sistem web custom.

Karena itu, daripada hanya bertanya:

"Berapa harga website?"

Lebih baik menentukan terlebih dahulu:

"Website seperti apa yang sebenarnya dibutuhkan bisnis saya?"

Dari kebutuhan tersebut, barulah struktur dan biaya dapat ditentukan.

Apakah Website Bisa Membantu Mendapatkan Pelanggan?

Website dapat membantu proses pemasaran, tetapi website bukan jaminan otomatis mendapatkan pelanggan.

Website merupakan salah satu bagian dari sistem pemasaran.

Contohnya:

Google

Calon pelanggan menemukan bisnis.

↓

Website

Calon pelanggan mendapatkan informasi lebih lengkap.

↓

Portofolio

Calon pelanggan melihat hasil pekerjaan.

↓

WhatsApp

Calon pelanggan melakukan konsultasi.

↓

Penawaran

Proses dapat dilanjutkan menuju transaksi.

Selain website, bisnis juga dapat menggunakan media sosial, Google Business Profile, iklan, rekomendasi pelanggan, dan saluran pemasaran lainnya.

Karena itu, website sebaiknya dipandang sebagai salah satu aset pemasaran, bukan satu-satunya cara untuk mendapatkan pelanggan.

Jadi, Apakah Saya Perlu Website?

Kembali ke pertanyaan awal:

Apakah saya perlu website untuk bisnis?

Jawabannya tergantung pada kondisi bisnis Anda.

Anda mungkin belum perlu membuat website sekarang jika:

  • Bisnis masih sangat baru

  • Belum memiliki informasi yang cukup

  • Belum memiliki portofolio

  • Anggaran masih sangat terbatas

  • Ada kebutuhan lain yang lebih penting

Sebaliknya, website mulai layak dipertimbangkan jika:

  • Ingin ditemukan melalui Google

  • Sudah memiliki portofolio

  • Sering mendapatkan pertanyaan yang sama

  • Ingin menampilkan layanan secara lebih terstruktur

  • Ingin membangun brand

  • Ingin memiliki aset digital sendiri

  • Ingin menjangkau pelanggan dari wilayah yang lebih luas

Jadi, pertanyaannya bukan:

"Apakah semua bisnis harus punya website?"

Tetapi:

"Apakah website dapat membantu bisnis saya mencapai tujuan tertentu?"

Jika jawabannya iya, website dapat mulai dipertimbangkan.

Kesimpulan

Tidak semua bisnis membutuhkan website sejak awal.

Namun, website dapat menjadi aset yang berguna ketika bisnis mulai serius membangun kehadiran digital.

Website dapat membantu bisnis:

  • Menjelaskan produk atau layanan

  • Menampilkan portofolio

  • Memperkenalkan bisnis

  • Menyediakan informasi secara terstruktur

  • Mendukung upaya SEO

  • Membangun identitas digital

  • Mengarahkan calon pelanggan ke WhatsApp

Website juga tidak harus langsung besar atau memiliki banyak fitur.

Mulailah dari kebutuhan bisnis.

Jika hanya membutuhkan profil usaha, website profil usaha sederhana mungkin sudah cukup.

Jika membutuhkan portofolio, prioritaskan portofolio.

Jika ingin mendapatkan pengunjung dari Google, pertimbangkan struktur website dan SEO sejak awal.

Website yang baik bukan website yang memiliki banyak fitur, tetapi website yang membantu calon pelanggan memahami bisnis dan mengambil langkah berikutnya.


FAQ

Apakah UMKM perlu memiliki website?

Tidak selalu. Website dapat dipertimbangkan ketika UMKM ingin memperluas jangkauan, mendapatkan calon pelanggan dari Google, menampilkan informasi bisnis secara terstruktur, atau membangun aset digital sendiri.

Apakah bisnis kecil perlu website?

Bisnis kecil tidak selalu membutuhkan website sejak awal. Namun, website dapat berguna ketika bisnis sudah memiliki produk atau layanan yang jelas, portofolio, dan tujuan untuk mengembangkan kehadiran digital.

Apakah Instagram saja cukup untuk bisnis?

Instagram dapat digunakan sebagai media pemasaran dan komunikasi dengan pelanggan. Namun, website dapat melengkapi Instagram dengan menyediakan pusat informasi bisnis yang lebih terstruktur.

Apakah website bisa membuat bisnis muncul di Google?

Website dapat membantu bisnis memiliki kehadiran di hasil pencarian Google, tetapi memiliki website saja tidak menjamin muncul di posisi tertentu. SEO, relevansi konten, kualitas website, dan berbagai faktor lainnya juga berperan.

Berapa biaya membuat website untuk UMKM?

Biayanya tergantung kebutuhan. Website profil usaha sederhana biasanya memiliki kebutuhan yang berbeda dengan toko online atau website dengan fitur khusus. Biaya dapat mencakup pembuatan, domain, hosting, desain, fitur, SEO, dan maintenance.

Apa manfaat website untuk bisnis?

Website dapat digunakan untuk memperkenalkan bisnis, menampilkan produk atau layanan, menunjukkan portofolio, menyediakan informasi kontak, mendukung SEO, dan menjadi salah satu aset digital bisnis.

Apakah website dan media sosial harus digunakan bersamaan?

Tidak harus, tetapi keduanya dapat saling melengkapi. Media sosial dapat digunakan untuk membangun interaksi dan membagikan konten, sedangkan website dapat menjadi pusat informasi bisnis.


Tentang Penulis

Muhamad Akbar adalah praktisi digital yang membantu UMKM dan bisnis lokal membangun kehadiran digital melalui website, SEO, dan strategi digital marketing.

Melalui AkbarBin, fokusnya adalah membantu bisnis menggunakan teknologi digital secara sederhana dan sesuai kebutuhan, tanpa harus menggunakan solusi yang terlalu kompleks.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kenapa Website Tidak Ada Pengunjung? Ternyata Kodingan Cepat Saja Belum Cukup

Saya mulai memanfaatkan Blog untuk menulis semenjak tahun 2008. Namun selama ini, saya masih terjebak menganggap bahwa menulis itu hanya sekadar diari harian untuk mendokumentasikan kegiatan pribadi saya saja. Tahun demi tahun saya tetap menulis dengan tingkat konsistensi yang rendah. Saya menyadari, terkadang muncul rasa jengkel karena artikel ini kok rasa-rasanya peminat yang baca sedikit. Hal itu sempat membuat saya malas dan sempat berhenti menulis. Mau tidak mau, muncul pikiran di dalam hati: Apakah tulisan saya ini sebegitu tidak menarik untuk dibaca? Sempat berpikir seperti itu, hingga akhirnya saya melihat fakta bahwa website yang saya bangun sendiri pun ternyata sepi pengunjung. Mulai dari situ saya berpikir, ada apa ini? Padahal saya sudah mencoba menerapkan berbagai teknik agar website bisa diakses dengan super cepat melalui koding manual, namun hal itu tetap belum bisa mendongkrak pengunjung websitenya. Titik Balik dan Keresahan Timbul Hari demi hari saya berpikir keras. Ba...

Pengalaman Menawarkan Jasa Website ke UMKM di Lumajang Secara Door-to-Door

Lebih dari satu dekade bekerja sebagai pengembang web membuat saya terbiasa berada di balik layar untuk menulis kode, membangun fitur, dan menyelesaikan berbagai kebutuhan teknis. Namun beberapa waktu terakhir, saya mencoba sesuatu yang berbeda: keluar rumah dan mendatangi pelaku usaha secara langsung untuk menawarkan layanan pembuatan website. Dari pengalaman door-to-door ini, saya belajar bahwa tantangan terbesar bukanlah membuat website, melainkan menjelaskan manfaatnya kepada pemilik usaha yang belum pernah menggunakannya. "Website Itu Apa, Mas?" Saat berbincang dengan beberapa pemilik usaha di Lumajang, saya menemukan bahwa website masih dianggap sebagai sesuatu yang rumit, mahal, dan belum tentu membantu penjualan. Salah satu kalimat yang paling sering saya dengar adalah: "Saya nggak mau ribet, Mas. Yang penting dagangan saya laku." Kalimat sederhana ini membuat saya sadar bahwa banyak pelaku UMKM tidak membutuhkan teknologi yang rumit. Mereka hanya ingin solu...

Cara Ampuh Menghasilkan Tulisan Pertama Kamu

Pernah merasa kesulitan untuk menulis tulisan pertama kamu? Jika iya, tulisan ini tepat untuk kamu yang ingin berbagi lewat tulisan tapi ragu untuk memulainya. Saat kamu membaca tulisan ini artinya ada ketertarikan untuk menulis. Sebuah pertanda yang baik untuk mempersiapkan diri menulis tulisan pertama kamu. Menulis menurut KBBI adalah melahirkan pemikiran (seperti mengarang atau membuat surat) dengan tulisan. Sedangkan tulisan sendiri memiliki arti hasil menulis. Gambar: Cara Ampuh Menghasilkan Tulisan Pertama Kamu Adapun cara ampuh untuk menulis tulisan pertama kamu dengan menceritakan kegiatan keseharian kamu. Sebagai contoh sebagai Software Developer ingin menuliskan "Bug yang Mengajarkan Kesabaran". Hal tersebut berguna bagi pembaca untuk tahu cara pandang kamu dalam mengambil keputusan dalam menyelesaikan masalah tersebut. Pembaca akan terbantu dengan pengetahuan yang kamu sampaikan tanpa harus mengalaminya sendiri. Percayalah tulisan yang kamu bagikan akan bermanfaat ...