Langsung ke konten utama

Episode 6 - Memaparkan Sasaran Produk

Gambar 1: Pemaparan Sasaran Produk (Ilustrasi sasaran dari Canva)

    Episode 6 ini akan membahas tentang kelanjutan dari artikel sebelumnya tentang meramu nilai - nilai inti produk yaitu menentukan sasaran produk lima tahun kedepan. Waktu begitu penting karena tidak dapat diulangi. Dikarenakan keterbatasan waktu tersebut, penggunaannya perlu dikelola dengan baik supaya dapat digunakan sebagaimana mestinya. Sasaran bak seperti ukuran capaian dalam kurun waktu tertentu yang disesuaikan dengan kemampuan.

  Untuk diketahui penentuan sasaran merupakan salah satu usaha dalam mencapai apa yang ingin dicapai di masa depan. Ketika hasil akhirnya tidak sesuai harapan maka kita tetap mendapat pembelajaran atas pengalaman yang diperoleh agar dapat digunakan dalam membuat sasaran yang lebih baik kedepannya. Adapun sasaran dari produk yang akan dibangun tahun 2025 hingga 2030 diantaranya:
  • 80% pengguna mempublikasikan minimal 1 artikel per bulan.
  • Satu dari seribu pengguna memiliki pembaca 1000 per bulan.
  • 60% pengguna yang menjual karya memiliki pembeli berulang.
  • Lima dari seribu pembaca melakukan pembelian.
  • 80% kreator menampilkan karya dengan bahan ramah lingkungan.
  • Tingkat Kepuasan Pengguna mencapai 80%.
   Tentunya hal tersebut merupakan angka dasar yang memerlukan waktu, tenaga, dan pikiran dalam mencapainya. Bagi teman - teman yang ingin membangun produk, penentuan sasaran ini perlu dibuat sebagai pedoman bersama. Semoga bermanfaat bagi kita semua. Terima kasih sudah mampir dan meluangkan waktu untuk membaca.

Referensi:
https://jdih.kemenkeu.go.id/kamus-hukum/sasaran?id=05d00321247f05043b051090cc4febe1



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kenapa Website Tidak Ada Pengunjung? Ternyata Kodingan Cepat Saja Belum Cukup

Saya mulai memanfaatkan Blog untuk menulis semenjak tahun 2008. Namun selama ini, saya masih terjebak menganggap bahwa menulis itu hanya sekadar diari harian untuk mendokumentasikan kegiatan pribadi saya saja. Tahun demi tahun saya tetap menulis dengan tingkat konsistensi yang rendah. Saya menyadari, terkadang muncul rasa jengkel karena artikel ini kok rasa-rasanya peminat yang baca sedikit. Hal itu sempat membuat saya malas dan sempat berhenti menulis. Mau tidak mau, muncul pikiran di dalam hati: Apakah tulisan saya ini sebegitu tidak menarik untuk dibaca? Sempat berpikir seperti itu, hingga akhirnya saya melihat fakta bahwa website yang saya bangun sendiri pun ternyata sepi pengunjung. Mulai dari situ saya berpikir, ada apa ini? Padahal saya sudah mencoba menerapkan berbagai teknik agar website bisa diakses dengan super cepat melalui koding manual, namun hal itu tetap belum bisa mendongkrak pengunjung websitenya. Titik Balik dan Keresahan Timbul Hari demi hari saya berpikir keras. Ba...

Pengalaman Menawarkan Jasa Website ke UMKM di Lumajang Secara Door-to-Door

Lebih dari satu dekade bekerja sebagai pengembang web membuat saya terbiasa berada di balik layar untuk menulis kode, membangun fitur, dan menyelesaikan berbagai kebutuhan teknis. Namun beberapa waktu terakhir, saya mencoba sesuatu yang berbeda: keluar rumah dan mendatangi pelaku usaha secara langsung untuk menawarkan layanan pembuatan website. Dari pengalaman door-to-door ini, saya belajar bahwa tantangan terbesar bukanlah membuat website, melainkan menjelaskan manfaatnya kepada pemilik usaha yang belum pernah menggunakannya. "Website Itu Apa, Mas?" Saat berbincang dengan beberapa pemilik usaha di Lumajang, saya menemukan bahwa website masih dianggap sebagai sesuatu yang rumit, mahal, dan belum tentu membantu penjualan. Salah satu kalimat yang paling sering saya dengar adalah: "Saya nggak mau ribet, Mas. Yang penting dagangan saya laku." Kalimat sederhana ini membuat saya sadar bahwa banyak pelaku UMKM tidak membutuhkan teknologi yang rumit. Mereka hanya ingin solu...

Cara Ampuh Menghasilkan Tulisan Pertama Kamu

Pernah merasa kesulitan untuk menulis tulisan pertama kamu? Jika iya, tulisan ini tepat untuk kamu yang ingin berbagi lewat tulisan tapi ragu untuk memulainya. Saat kamu membaca tulisan ini artinya ada ketertarikan untuk menulis. Sebuah pertanda yang baik untuk mempersiapkan diri menulis tulisan pertama kamu. Menulis menurut KBBI adalah melahirkan pemikiran (seperti mengarang atau membuat surat) dengan tulisan. Sedangkan tulisan sendiri memiliki arti hasil menulis. Gambar: Cara Ampuh Menghasilkan Tulisan Pertama Kamu Adapun cara ampuh untuk menulis tulisan pertama kamu dengan menceritakan kegiatan keseharian kamu. Sebagai contoh sebagai Software Developer ingin menuliskan "Bug yang Mengajarkan Kesabaran". Hal tersebut berguna bagi pembaca untuk tahu cara pandang kamu dalam mengambil keputusan dalam menyelesaikan masalah tersebut. Pembaca akan terbantu dengan pengetahuan yang kamu sampaikan tanpa harus mengalaminya sendiri. Percayalah tulisan yang kamu bagikan akan bermanfaat ...