Langsung ke konten utama

Respon Pemilik UMKM dari Wawancara Kebutuhan Perangkat Lunak

Foto Ilustrasi dari Unsplash


Halo pembaca Akbar Corat - Coret,

Pada tulisan sebelumnya, telah dibahas tentang keinginan pribadi saya untuk membuat karya dengan Membangun Perangkat Lunak untuk UMKM Bagian 1. Melalui tulisan ini saya akan berbagi  tentang kelanjutan akan artikel pertama tersebut. Saya melalukan wawancara terkait dengan pencatatan stok dan transaksi keuangan. Dengan adanya wawancara ini bertujuan untuk mengetahui keadaan sekarang tentang usaha yang dijalankan oleh pelaku UMKM.

Dididapatkan temuan bahwa sebagian besar pemilik usaha tidak menulis catatan stok karena mereka tidak merasa perlu akan pencatatan stok. Mereka hanya mengecek stok ketika dibutuhkan saja yaitu ketika ada pembelian baru. Namun terdapat sesuatu temuan yang berbeda ketika terkait dengan pendapatan usaha. Sebagian besar mencatat pendapatan hariannya hari itu agar dapat digunakan untuk modal selanjutnya. Cara menuliskan pendapatannya menggunakan buku tulis.

Tantangan yang dialami oleh pemilik usaha dalam menjalankan usaha yaitu mereka pernah mengalami lupa akan data ketersedian barang, pelanggan dan pesanannya. Masalah yang dialami oleh pemilik usaha tersebut dapat menjadi peluang dalam bagi pengembang aplikasi untuk membantu dalam pencatatan data usahanya. Mereka memberikan saran untuk aplikasinya harus dapat mudah digunakan dan bisa diakses di telepon pintar mereka.

Demikian yang bisa disampaikan tentang pentingnya tahapan wawancara karena wawancara diperlukan untuk mengetahui apa yang dibutuhkan oleh calon pengguna solusi kita. Terima kasih untuk teman - teman semua sudah menyempatkan waktu untuk membaca tulisan ini. Semoga bisa bermanfaat buat kita semua. Sukses dan sehat selalu buat kita semua.

Foto Ilustrasi

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kenapa Website Tidak Ada Pengunjung? Ternyata Kodingan Cepat Saja Belum Cukup

Saya mulai memanfaatkan Blog untuk menulis semenjak tahun 2008. Namun selama ini, saya masih terjebak menganggap bahwa menulis itu hanya sekadar diari harian untuk mendokumentasikan kegiatan pribadi saya saja. Tahun demi tahun saya tetap menulis dengan tingkat konsistensi yang rendah. Saya menyadari, terkadang muncul rasa jengkel karena artikel ini kok rasa-rasanya peminat yang baca sedikit. Hal itu sempat membuat saya malas dan sempat berhenti menulis. Mau tidak mau, muncul pikiran di dalam hati: Apakah tulisan saya ini sebegitu tidak menarik untuk dibaca? Sempat berpikir seperti itu, hingga akhirnya saya melihat fakta bahwa website yang saya bangun sendiri pun ternyata sepi pengunjung. Mulai dari situ saya berpikir, ada apa ini? Padahal saya sudah mencoba menerapkan berbagai teknik agar website bisa diakses dengan super cepat melalui koding manual, namun hal itu tetap belum bisa mendongkrak pengunjung websitenya. Titik Balik dan Keresahan Timbul Hari demi hari saya berpikir keras. Ba...

Cara Ampuh Menghasilkan Tulisan Pertama Kamu

Pernah merasa kesulitan untuk menulis tulisan pertama kamu? Jika iya, tulisan ini tepat untuk kamu yang ingin berbagi lewat tulisan tapi ragu untuk memulainya. Saat kamu membaca tulisan ini artinya ada ketertarikan untuk menulis. Sebuah pertanda yang baik untuk mempersiapkan diri menulis tulisan pertama kamu. Menulis menurut KBBI adalah melahirkan pemikiran (seperti mengarang atau membuat surat) dengan tulisan. Sedangkan tulisan sendiri memiliki arti hasil menulis. Gambar: Cara Ampuh Menghasilkan Tulisan Pertama Kamu Adapun cara ampuh untuk menulis tulisan pertama kamu dengan menceritakan kegiatan keseharian kamu. Sebagai contoh sebagai Software Developer ingin menuliskan "Bug yang Mengajarkan Kesabaran". Hal tersebut berguna bagi pembaca untuk tahu cara pandang kamu dalam mengambil keputusan dalam menyelesaikan masalah tersebut. Pembaca akan terbantu dengan pengetahuan yang kamu sampaikan tanpa harus mengalaminya sendiri. Percayalah tulisan yang kamu bagikan akan bermanfaat ...

Pengalaman Menawarkan Jasa Website ke UMKM di Lumajang Secara Door-to-Door

Lebih dari satu dekade bekerja sebagai pengembang web membuat saya terbiasa berada di balik layar untuk menulis kode, membangun fitur, dan menyelesaikan berbagai kebutuhan teknis. Namun beberapa waktu terakhir, saya mencoba sesuatu yang berbeda: keluar rumah dan mendatangi pelaku usaha secara langsung untuk menawarkan layanan pembuatan website. Dari pengalaman door-to-door ini, saya belajar bahwa tantangan terbesar bukanlah membuat website, melainkan menjelaskan manfaatnya kepada pemilik usaha yang belum pernah menggunakannya. "Website Itu Apa, Mas?" Saat berbincang dengan beberapa pemilik usaha di Lumajang, saya menemukan bahwa website masih dianggap sebagai sesuatu yang rumit, mahal, dan belum tentu membantu penjualan. Salah satu kalimat yang paling sering saya dengar adalah: "Saya nggak mau ribet, Mas. Yang penting dagangan saya laku." Kalimat sederhana ini membuat saya sadar bahwa banyak pelaku UMKM tidak membutuhkan teknologi yang rumit. Mereka hanya ingin solu...