Langsung ke konten utama

Kesalahan Pindah Blogspot ke Domain Pribadi Berujung Domain Blogspot Lenyap

 

    Ingin merubah nama domain akbarbin.blogspot.com ke blog.akbarbin.com berujung terhapusnya domain Blogspot saya. Pada tulisan ini kita akan membahas tentang bagaimana alur cerita tentang domain Blogspot yang terhapus permanen. Mula - mula saya akan bercerita sekilas mengenai Blog saya ini. Blog sebelumnya yaitu akbarbin.blogspot.com ditulis oleh saya semenjak saat berada di bangku kuliah yaitu 6 Juni 2008. Blog ini menemani saya dalam menuangkan cerita yang ada dipikiran saya.

    Sudah hampir sebulan lamanya tidak menuliskan kembali apa yang ada dibenak pikiran karena hilangnya domain tersebut tidak dipungkiri membuat semangat menulis saya berkurang. Namun setelah dipikir - pikir menulis adalah hal yang sangat menyenangkan bagi saya. Saya menulis kembali pada Blogspot baru hari ini dengan domain yang mirip akbarbiin.blogspot.com. Terdapat karakter tambahan yaitu 'i' sebanyak dua kali. Saya mulai tulisan pertama di Blog baru ini dengan menuliskan pengalaman yang kurang mengenakkan dalam melakukan migrasi domain Blogspot ke domain pribadi.

Pertama: Berhasil dalam memindahkan ke domain pribadi
Keinginan untuk memindahkan domain Blogspot sebelumnya yaitu akbarbin.blogspot.com ke domain blog.akbarbin.com. Saya mengikuti langkah - langkah pemindahan domain menghubungkan Blogspot dengan domain melalui artikel berikut. Setiap tahapan yang dipaparkan pada artikel tersebut dapat diterapkan dengan baik dan berhasil beralih ke blog.akbarbin.com.

Kedua: Keinginan membangun Blog sendiri tanpa Blogspot
Tidak puas dengan hanya memindahkan Blogspot ke domain pribadi, tiba - tiba tercetus keinginan membuat Blog saya sendiri menggunakan Ruby on Rails. Saya berpikir untuk menjadikan Blog saya dengan Ruby on Rails sebagai hasil karya saya yang dapat ditampilkan di Github. Namun ide tersebut tidak berjalan dengan lancar dengan kehilangan Blogspot saya.

Ketiga: Mengembalikan domain ke Blogspot selama masa pengembangan Blog pribadi
Setelah memulai membangun Blog sendiri, saya mencoba untuk mengembalikan pengaturan Blogspot dari blog.akbarbin.com ke akbarbin.blogspot.com. Saya menghapus 2 CNAME records dari Google pada pengaturan Domain Name System pada domain pribadi tanpa menyalin kedua CNAME tersebut. Terhapusnya dan tidak tersalinnya data CNAME Google tersebut ternyata memunculkan kesalahan fatal dalam konfigurasi domain selanjutnya.

Keempat: Menghapus Blogspot secara permanen
Blogspot memunculkan sekali untuk CNAME records. Saya telah mencoba berbagai cara untuk mendapatkan CNAME namun tetap tidak berhasil sehingga saya memutuskan untuk menghapus Blogspot saya dengan harapan CNAME dapat muncul pada domain Blogspot baru. Namun kenyataannya setelah berganti ke akbarbiin.blogspot.com, CNAME tetap tidak muncul sehingga saya tetap tidak bisa menghubungkan domain Blogspot ke domain pribadi saya.

Demikian adalah cerita pengalaman saya dalam menganti domain Blogspot ke domain pribadi yang berujung kehilangan domain Blogspot (akbarbin.blogspot.com). Semoga pengalaman saya ini menjadi wawasan dan pengingat bagi pengguna Blogspot untuk lebih berhati - hati dalam melakukan pemindahan domain khususnya menyimpan 2 CNAME dari Google pada suatu tempat sehingga ketika dibutuhkan kedua data tersebut dapat  digunakan kembali. Terima kasih sudah meluangkan membaca tulisan ini.

Referensi:

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kenapa Website Tidak Ada Pengunjung? Ternyata Kodingan Cepat Saja Belum Cukup

Saya mulai memanfaatkan Blog untuk menulis semenjak tahun 2008. Namun selama ini, saya masih terjebak menganggap bahwa menulis itu hanya sekadar diari harian untuk mendokumentasikan kegiatan pribadi saya saja. Tahun demi tahun saya tetap menulis dengan tingkat konsistensi yang rendah. Saya menyadari, terkadang muncul rasa jengkel karena artikel ini kok rasa-rasanya peminat yang baca sedikit. Hal itu sempat membuat saya malas dan sempat berhenti menulis. Mau tidak mau, muncul pikiran di dalam hati: Apakah tulisan saya ini sebegitu tidak menarik untuk dibaca? Sempat berpikir seperti itu, hingga akhirnya saya melihat fakta bahwa website yang saya bangun sendiri pun ternyata sepi pengunjung. Mulai dari situ saya berpikir, ada apa ini? Padahal saya sudah mencoba menerapkan berbagai teknik agar website bisa diakses dengan super cepat melalui koding manual, namun hal itu tetap belum bisa mendongkrak pengunjung websitenya. Titik Balik dan Keresahan Timbul Hari demi hari saya berpikir keras. Ba...

Cara Ampuh Menghasilkan Tulisan Pertama Kamu

Pernah merasa kesulitan untuk menulis tulisan pertama kamu? Jika iya, tulisan ini tepat untuk kamu yang ingin berbagi lewat tulisan tapi ragu untuk memulainya. Saat kamu membaca tulisan ini artinya ada ketertarikan untuk menulis. Sebuah pertanda yang baik untuk mempersiapkan diri menulis tulisan pertama kamu. Menulis menurut KBBI adalah melahirkan pemikiran (seperti mengarang atau membuat surat) dengan tulisan. Sedangkan tulisan sendiri memiliki arti hasil menulis. Gambar: Cara Ampuh Menghasilkan Tulisan Pertama Kamu Adapun cara ampuh untuk menulis tulisan pertama kamu dengan menceritakan kegiatan keseharian kamu. Sebagai contoh sebagai Software Developer ingin menuliskan "Bug yang Mengajarkan Kesabaran". Hal tersebut berguna bagi pembaca untuk tahu cara pandang kamu dalam mengambil keputusan dalam menyelesaikan masalah tersebut. Pembaca akan terbantu dengan pengetahuan yang kamu sampaikan tanpa harus mengalaminya sendiri. Percayalah tulisan yang kamu bagikan akan bermanfaat ...

Pengalaman Menawarkan Jasa Website ke UMKM di Lumajang Secara Door-to-Door

Lebih dari satu dekade bekerja sebagai pengembang web membuat saya terbiasa berada di balik layar untuk menulis kode, membangun fitur, dan menyelesaikan berbagai kebutuhan teknis. Namun beberapa waktu terakhir, saya mencoba sesuatu yang berbeda: keluar rumah dan mendatangi pelaku usaha secara langsung untuk menawarkan layanan pembuatan website. Dari pengalaman door-to-door ini, saya belajar bahwa tantangan terbesar bukanlah membuat website, melainkan menjelaskan manfaatnya kepada pemilik usaha yang belum pernah menggunakannya. "Website Itu Apa, Mas?" Saat berbincang dengan beberapa pemilik usaha di Lumajang, saya menemukan bahwa website masih dianggap sebagai sesuatu yang rumit, mahal, dan belum tentu membantu penjualan. Salah satu kalimat yang paling sering saya dengar adalah: "Saya nggak mau ribet, Mas. Yang penting dagangan saya laku." Kalimat sederhana ini membuat saya sadar bahwa banyak pelaku UMKM tidak membutuhkan teknologi yang rumit. Mereka hanya ingin solu...