Langsung ke konten utama

Mise untuk Kelola Multi Bahasa Pemrograman dan Peralatan Pendukung

    

    Dalam membangun perangkat lunak berbasis web, terdapat tahapan untuk menyetel peralatan sebelum tahapan pengembangan dimulai. Penyetelan awal dilakukan pada lingkungan pengembangan yang bisa disebut komputer lokal. Peralatan yang dibutuhkan dapat berupa bahasa pemrograman, alat analisis kode, alat penerapan ke lingkungan produksi dan lain sebagainya. Pada tahapan persiapan ini dapat menguras waktu dan pikiran untuk menghasilkan lingkungan pengembangan yang diinginkan.

   Saat melakukan persiapan pada komputer lokal pengembang, terkadang pengembang memiliki banyak proyek dengan bahasa pemrograman dan peralatan pendukung yang multi versi. Ketika pengembang ingin menggunakan versi yang baru akan menggangu jalannya proyek yang lama. Masalah tersebut dapat diatasi dengan menggunakan alat kelola versi poliglot. Alat ini dapat mengelola multi peralatan dengan versi yang berbeda-beda sesuai dengan kebutuhan. Berikut adalah sebagian alat yang dapat mengelola bahasa pemrograman dan peralatan pendukungnya yaitu: Mise, asdf, Ruby Version Manager, Node Version Manager.

   Pada kesempatan kali ini akan membahas tentang cara kelola poliglot versi bahasa pemrograman dan peralatan yaitu Mise. Menurut laman resmi Mise merupakan alat yang menyerderhanakan pengelolaan multi versi bahasa pemrograman dan alat pendukungnya. Terdapat tiga fungsi utama yang ditawarkan yaitu: pertama dapat mengelola versi alat poliglot sehingga dapat memasang berbagai macam alat termasuk mengelola versinya seperti Ruby, Go, Java, AWS Command Line Interface (CLI), Terraform. Kedua, dapat mengelola variabel sesuai dengan proyek yang dipilih seperti `AWS_ACCESS_KEY_ID` yang disesuaikan dengan lingkungan kerjanya: pengembangan atau produksi. Yang terakhir adalah dapat menjalankan tugas (task runner) sebagai pengganti `npm` atau `make`. Selain itu terdapat tambahan kegunaan lain yaitu pengalaman penggunaan, tampilan dan performa yang lebih baik dari pada alat kelola versi lain seperti asdf.

Instalasi Mise CLI

    Mise dapat diinstal pada Linux/MacOs, Windows, Debian/Ubuntu, Fedora. Untuk instalasi pada tulisan kali ini dilakukan pada Ubuntu 24.04.1 LTS pada Windows 10 menggunakan Subsistem Windows untuk Linux (WSL). Untuk cara instalasi WSL pada Windows 10 bisa mengikuti langkahnya pada instalasi Linux pada Windows. Setelah Ubuntu berhasil dipasang pada Windows, berikut untuk langkah instalasinya:

> curl https://mise.run | sh

Aktivasi Perintah Mise

    Selanjutnya perlu dilakukan aktivasi perintah Mise pada mesin komputer agar dapat perintah yang ditulis dapat dikenali oleh sistem operasi dengan cara sebagai berikut:

> echo "eval \"\$(/home/lenovo/.local/bin/mise activate bash)\"" >
> ~/.bashrc
> source ~/.bashrc
Verifikasi Instalasi
    
    Untuk melihat status instalasi dapat dicek pada baris terakhir hingga muncul teks "No problems found".

> mise doctor

Instalasi Alat dan Versi

    Terdapat berbagai ratusan alat yang bisa ditawarkan oleh Mise seperti di bawah ini adalah contoh penggunaan perintah Mise dalam mendapatkan Node dan Python:

> mise use --global node@22
> node -v
# v22.x.x
> mise use --global python@3
> python -V
# v3.x.x

    Sebagai penutup berdasarkan uraian di atas bahwa dengan menggunakan Mise, terdapat tiga kegunaan yang dapat diambil yaitu pengembang dapat mengelola versi alat poliglot, menyesuiakan variabel lingkungan pengembangan, dan membuat perintah untuk menjalan tugas pada proyek (task runner). Semoga bermanfaat.

Referensi:

About | mise-en-place

Install Ruby on Rails Guide — Ruby on Rails Guides

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kenapa Website Tidak Ada Pengunjung? Ternyata Kodingan Cepat Saja Belum Cukup

Saya mulai memanfaatkan Blog untuk menulis semenjak tahun 2008. Namun selama ini, saya masih terjebak menganggap bahwa menulis itu hanya sekadar diari harian untuk mendokumentasikan kegiatan pribadi saya saja. Tahun demi tahun saya tetap menulis dengan tingkat konsistensi yang rendah. Saya menyadari, terkadang muncul rasa jengkel karena artikel ini kok rasa-rasanya peminat yang baca sedikit. Hal itu sempat membuat saya malas dan sempat berhenti menulis. Mau tidak mau, muncul pikiran di dalam hati: Apakah tulisan saya ini sebegitu tidak menarik untuk dibaca? Sempat berpikir seperti itu, hingga akhirnya saya melihat fakta bahwa website yang saya bangun sendiri pun ternyata sepi pengunjung. Mulai dari situ saya berpikir, ada apa ini? Padahal saya sudah mencoba menerapkan berbagai teknik agar website bisa diakses dengan super cepat melalui koding manual, namun hal itu tetap belum bisa mendongkrak pengunjung websitenya. Titik Balik dan Keresahan Timbul Hari demi hari saya berpikir keras. Ba...

Pengalaman Menawarkan Jasa Website ke UMKM di Lumajang Secara Door-to-Door

Lebih dari satu dekade bekerja sebagai pengembang web membuat saya terbiasa berada di balik layar untuk menulis kode, membangun fitur, dan menyelesaikan berbagai kebutuhan teknis. Namun beberapa waktu terakhir, saya mencoba sesuatu yang berbeda: keluar rumah dan mendatangi pelaku usaha secara langsung untuk menawarkan layanan pembuatan website. Dari pengalaman door-to-door ini, saya belajar bahwa tantangan terbesar bukanlah membuat website, melainkan menjelaskan manfaatnya kepada pemilik usaha yang belum pernah menggunakannya. "Website Itu Apa, Mas?" Saat berbincang dengan beberapa pemilik usaha di Lumajang, saya menemukan bahwa website masih dianggap sebagai sesuatu yang rumit, mahal, dan belum tentu membantu penjualan. Salah satu kalimat yang paling sering saya dengar adalah: "Saya nggak mau ribet, Mas. Yang penting dagangan saya laku." Kalimat sederhana ini membuat saya sadar bahwa banyak pelaku UMKM tidak membutuhkan teknologi yang rumit. Mereka hanya ingin solu...

Cara Ampuh Menghasilkan Tulisan Pertama Kamu

Pernah merasa kesulitan untuk menulis tulisan pertama kamu? Jika iya, tulisan ini tepat untuk kamu yang ingin berbagi lewat tulisan tapi ragu untuk memulainya. Saat kamu membaca tulisan ini artinya ada ketertarikan untuk menulis. Sebuah pertanda yang baik untuk mempersiapkan diri menulis tulisan pertama kamu. Menulis menurut KBBI adalah melahirkan pemikiran (seperti mengarang atau membuat surat) dengan tulisan. Sedangkan tulisan sendiri memiliki arti hasil menulis. Gambar: Cara Ampuh Menghasilkan Tulisan Pertama Kamu Adapun cara ampuh untuk menulis tulisan pertama kamu dengan menceritakan kegiatan keseharian kamu. Sebagai contoh sebagai Software Developer ingin menuliskan "Bug yang Mengajarkan Kesabaran". Hal tersebut berguna bagi pembaca untuk tahu cara pandang kamu dalam mengambil keputusan dalam menyelesaikan masalah tersebut. Pembaca akan terbantu dengan pengetahuan yang kamu sampaikan tanpa harus mengalaminya sendiri. Percayalah tulisan yang kamu bagikan akan bermanfaat ...