Langsung ke konten utama

Menyongsong Era Kecerdasaran Buatan bagi Pengembang Perangkat Lunak (Web)

Jakarta, tanggal 7 Mei 2025 digunakan untuk menulis artikel tentang pandangan dalam menentukan posisi sebagai pengembang perangkat lunak berbasis web terhadap laju pertumbuhan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligent (AI). Web diangkat sebagai topik berdasarkan pengalaman penulis yang bekerja lebih dari dari 11 tahun berkerja sebagai pengembang web menggunakan Ruby on Rails. Setelah satu dekade lebih berkarir dalam pengembangan web dirasa perlu untuk membahas bagaimana peran dan posisi pengembang web di era penerapan AI pada organisasi. Pengalaman dan pengamatan yang dirasa menarik untuk dibahas dan disajikan pada Blog Akbar Corat - Coret yang berkaitan dengan pembangunan karir sebagai pengembang web agar mendapat peran yang berdampak pada organisasi di kala penerapan AI yang masif di masa mendatang.

Web adalah sistem yang memanfaatkan jaringan internet untuk memungkinkan komunikasi antara klien (browser) dan penyedia layanan (server) guna mendapatkan konten yang dibutuhkan. Web memiliki artian yang cukup luas yaitu terdiri dari kumpulan situs web yang dapat diakses secara global. Salah satu bentuk pemanfaatan web yaitu situs Blogger.com yang digunakan sebagai wadah untuk menampilkan informasi kapanpun dan dimanapun. Munculnya web pertama kali diperkenalkan oleh Tim Berners Lee pada tahun 1989 sehingga menjadikan web menjadi primadona sebagai penghatar informasi [1].

Lebih dari 10 tahun terakhir terlihat bahwa di Indonesia mengalami kemajuan yang pesat dalam melakukan transformasi digital dalam penerapan teknologi informasi berbasis web. Munculnya usaha rintisan (start up) di bidang perdagangan elektronik (Ecommerce) seperti Bukalapak, Tokopedia dan Blibli menggunakan teknologi web sebagai alat dalam menjalankan usahanya. Dengan munculnya usaha rintisan tersebut berdampak pada meningkatnya kebutuhan pada pengembangan web.

Namun belakangan ini kecerdasan buatan dikhawatirkan oleh pengembang perangkat lunak. Bagaimana tidak, munculnya isu yang berseliweran bahwa adanya anggapan pengembang perangkat lunak tidak dibutuhkan lagi dikarenakan tergantikan oleh AI. Hal tersebut membuat benak pikiran bertanya tentang kebenaran pandangan tersebut. Dalam buku Revolusi Industri 4.0 karangan Klaus Schwab menunjukkan bahwa pekerjaan pengembangan perangkat lunak tetap masuk mendapatkan peringkat atas yaitu No. 4 untuk pekerjaan masa depan [2]. Tentunya hal tersebut menjadi angin segar bagi pengembang perangkat lunak agar tetap eksis di era masa depan. Selain itu terdapat catatan yang ditekankan di buku tersebut bahwa kemampuan yang dimiliki adalah keinginan untuk belajar secara terus menerus agar dapat menjadi pemecah masalah organisasi.

Era penerapan teknologi digital di Indonesia sudah mulai tersuarakan dan terimplementasi secara bertahap yang terlihat pada tranformasi pelayanan publik oleh pemerintah sudah menggunakan situs berbasis web. Hal tersebut memberikan fakta bahwa akan terdapat banyak data yang terpola dan terkumpul oleh aplikasi yang dikembangkan. Sehingga tidak dapat dipungkiri bahwa penggunaan AI dapat menjadi terobosan teknologi baru dalam pengambilan keputusan berdasarkan data yang terkumpul. Keberadaan AI sulit tergantikan dan tidak dapat dinafikan keberadaanya untuk membantu dalam meningkatkan keunggulan kompetitif organisasi.

Berdasarkan uraian tentang kedua peran di atas, baik pengembang web dan pengembang kecerdasan tetap memiliki peran dalam organisasi. Peran pengembang web seperti anggota badan dalam tubuh manusia yang dapat berinteraksi dengan pelanggan dan pengembang AI sebagai pemberi bantuan untuk mengambil keputusan ketika data sudah memiliki pola dan jumlah yang banyak.

Terima kasih sudah meluangkan waktu untuk membaca artikel ini.

Referensi:
[1] https://tekno.kompas.com/read/2022/02/13/18450077/sejarah-world-wide-web-atau-www-penemunya-tim-berners-lee-tahun-1989?page=all
[2] https://www.weforum.org/stories/2025/01/future-of-jobs-report-2025-the-fastest-growing-and-declining-jobs/

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kenapa Website Tidak Ada Pengunjung? Ternyata Kodingan Cepat Saja Belum Cukup

Saya mulai memanfaatkan Blog untuk menulis semenjak tahun 2008. Namun selama ini, saya masih terjebak menganggap bahwa menulis itu hanya sekadar diari harian untuk mendokumentasikan kegiatan pribadi saya saja. Tahun demi tahun saya tetap menulis dengan tingkat konsistensi yang rendah. Saya menyadari, terkadang muncul rasa jengkel karena artikel ini kok rasa-rasanya peminat yang baca sedikit. Hal itu sempat membuat saya malas dan sempat berhenti menulis. Mau tidak mau, muncul pikiran di dalam hati: Apakah tulisan saya ini sebegitu tidak menarik untuk dibaca? Sempat berpikir seperti itu, hingga akhirnya saya melihat fakta bahwa website yang saya bangun sendiri pun ternyata sepi pengunjung. Mulai dari situ saya berpikir, ada apa ini? Padahal saya sudah mencoba menerapkan berbagai teknik agar website bisa diakses dengan super cepat melalui koding manual, namun hal itu tetap belum bisa mendongkrak pengunjung websitenya. Titik Balik dan Keresahan Timbul Hari demi hari saya berpikir keras. Ba...

Pengalaman Menawarkan Jasa Website ke UMKM di Lumajang Secara Door-to-Door

Lebih dari satu dekade bekerja sebagai pengembang web membuat saya terbiasa berada di balik layar untuk menulis kode, membangun fitur, dan menyelesaikan berbagai kebutuhan teknis. Namun beberapa waktu terakhir, saya mencoba sesuatu yang berbeda: keluar rumah dan mendatangi pelaku usaha secara langsung untuk menawarkan layanan pembuatan website. Dari pengalaman door-to-door ini, saya belajar bahwa tantangan terbesar bukanlah membuat website, melainkan menjelaskan manfaatnya kepada pemilik usaha yang belum pernah menggunakannya. "Website Itu Apa, Mas?" Saat berbincang dengan beberapa pemilik usaha di Lumajang, saya menemukan bahwa website masih dianggap sebagai sesuatu yang rumit, mahal, dan belum tentu membantu penjualan. Salah satu kalimat yang paling sering saya dengar adalah: "Saya nggak mau ribet, Mas. Yang penting dagangan saya laku." Kalimat sederhana ini membuat saya sadar bahwa banyak pelaku UMKM tidak membutuhkan teknologi yang rumit. Mereka hanya ingin solu...

Cara Ampuh Menghasilkan Tulisan Pertama Kamu

Pernah merasa kesulitan untuk menulis tulisan pertama kamu? Jika iya, tulisan ini tepat untuk kamu yang ingin berbagi lewat tulisan tapi ragu untuk memulainya. Saat kamu membaca tulisan ini artinya ada ketertarikan untuk menulis. Sebuah pertanda yang baik untuk mempersiapkan diri menulis tulisan pertama kamu. Menulis menurut KBBI adalah melahirkan pemikiran (seperti mengarang atau membuat surat) dengan tulisan. Sedangkan tulisan sendiri memiliki arti hasil menulis. Gambar: Cara Ampuh Menghasilkan Tulisan Pertama Kamu Adapun cara ampuh untuk menulis tulisan pertama kamu dengan menceritakan kegiatan keseharian kamu. Sebagai contoh sebagai Software Developer ingin menuliskan "Bug yang Mengajarkan Kesabaran". Hal tersebut berguna bagi pembaca untuk tahu cara pandang kamu dalam mengambil keputusan dalam menyelesaikan masalah tersebut. Pembaca akan terbantu dengan pengetahuan yang kamu sampaikan tanpa harus mengalaminya sendiri. Percayalah tulisan yang kamu bagikan akan bermanfaat ...