Posts

Ketika Karya Manusia dan AI Dipertanyakan?

Image
Semenjak mengenal Generative AI untuk membantu membuat konten, hidup saya terasa jauh lebih mudah. Pekerjaan jadi lebih cepat, ide mengalir deras, dan saya merasa jauh lebih produktif. Tapi jujur, ada sesuatu yang mengganjal di hati saya: tulisannya terasa terlalu bagus. Apakah benar ini hasil kerja saya? Saking bagus dan rapinya, tulisan itu malah terasa "hambar" dan terasa sekali dibuat oleh robot. Memang benar, sebagian besar kata-katanya disusun oleh AI, tapi bukan berarti itu sepenuhnya salah. Hanya saja, saya merasa ada yang hilang, yaitu "rasa" dari tulisan itu sendiri. Belakangan ini, saya bahkan sudah semakin jarang mencari referensi melalui Google Search. Saya lebih banyak mengobrol dengan AI. Di satu sisi, kita dituntut untuk menghasilkan konten yang asli dari pemikiran sendiri. Namun kenyataannya, saat pemikiran sedang buntu dan tidak punya bahan, AI menjadi pelarian paling cepat. Yang menarik, melalui bantuan AI, saya sering menemukan kembali ide-ide la...

Ribuan Website Muncul Tiap Hari: Bagaimana Bisnis Anda Tetap Dilirik Pelanggan?

Image
Tahukah Anda? Setiap harinya ada lebih dari 252.000 website baru yang muncul di internet. Di tengah derasnya arus informasi baru yang bermunculan, tantangan terbesar bagi pemilik UMKM bukan lagi soal "punya website atau tidak", melainkan "bagaimana supaya website kita tetap dikenal?" Cara Tetap Dilirik Pelanggan Saat Punya Website Ketatnya persaingan konten di dunia digital membuat kita harus lebih kreatif. Jika kita hanya membuat website lalu membiarkannya begitu saja tanpa pernah diisi, itu ibarat membangun ruko bagus di tengah hutan belantara. Tidak akan ada yang tahu kalau kita ada di sana, apalagi datang untuk berkunjung. Lalu, bagaimana caranya agar website kita tetap "eksis" dan menarik pengunjung di tengah jutaan saingan? Jawabannya satu: Rawat dengan Konten. Kenapa Menulis Konten Itu Wajib? Menulis di blog website bukan cuma soal berbagi cerita, tapi soal memberi tahu dunia (dan mesin pencari) bahwa bisnis Anda masih hidup, aktif, dan relevan. I...

Bisa-bisanya Harga Domain Tembus 26 Juta! Pelajaran Mahal Mengamankan "Alamat Website"

Image
Pernah terbayang tidak? Alamat website ( Ruko Digital ) yang seharusnya bisa dibeli seharga paket data bulanan, tiba-tiba harganya naik 129x lipat atau setara harga motor baru! Kejadian ini benar-benar terjadi pada calon pengguna jasa saya. Beliau sudah mantap dengan satu nama brand. Begitu dicek alamatnya (.com), harganya bikin kaget: Rp26.843.850 . Padahal harga pasaran domain normal itu cuma sekitar Rp150rb - Rp200rb. Artinya, harganya naik 129 kali lipat dari harga normal. Telat Beli Domain Dipatok Harga Tak Wajar: 26 Juta Kenapa bisa begitu? Dalam dunia internet, ada yang namanya Domain Squatting atau domain premium. Ada orang atau perusahaan yang sengaja membeli nama-nama potensial dan menjualnya kembali dengan harga selangit saat pemilik aslinya baru sadar butuh website. Untungnya, pelanggan saya cepat ambil keputusan untuk ganti ekstensi domain lain. Daripada memaksakan budget puluhan juta hanya untuk satu alamat, kami sepakat untuk pindah ke domain .id . Harganya tetap nor...

Jangan Buru-Buru Buat Website (Pelajaran dari Pengalaman Pribadi)

Image
Dulu, saya sempat menganggap bahwa membangun website adalah langkah pertama dan paling utama agar bisnis terlihat keren di dunia digital. Saya bahkan sudah membangun sebuah website, namun akhirnya tidak berlanjut karena saya menyadari satu hal: fondasi pendukungnya belum siap. Jangan Buru-Buru Buat Website dari Pengalaman Pribadi Pelajaran berharga ini membuat saya sadar bahwa website itu ibarat sebuah Ruko Digital . Sebelum mengundang orang masuk ke dalam rumah, mereka perlu tahu terlebih dahulu alamatnya, tahu cara menghubungi pemiliknya, dan paham apa yang ditawarkan di sana. Jika saat ini Anda baru memulai bisnis, jangan terburu-buru. Pastikan 3 pondasi atau "Pintu Masuk" ini sudah siap terlebih dahulu sebelum Anda membangun Ruko Digital : 1️⃣ Google Business Profile (Kompas Pelanggan) Apapun bidang usahanya—entah itu laundry ,  catering , barbershop , atau bengkel—pencarian solusi cepat melalui Google di area sekitar adalah hal yang lazim dilakukan pelanggan saat ini. Fu...

Panduan Membangun Website Pertama untuk Pemilik Usaha (Tanpa Boros Biaya)

Image
Banyak orang mengira bahwa website itu seperti raksaksa  marketplace  yang harus serba lengkap dan canggih. Mulai dari sistem pemesanan produk, penghitungan ongkir otomatis, sampai pembayaran online. Karena kenyataannya, membangun sistem seperti marketplace membutuhkan biaya besar dan waktu yang tidak sebentar. Namun ketika saya datang sebagai penyedia jasa website, seringkali muncul anggapan seolah-olah saya bisa membangun platform sebesar itu dengan mudah. Hal seperti ini sebenarnya cukup umum saya temui, terutama ketika berbincang dengan pelaku usaha yang memang belum terlalu familiar dengan dunia website. Sebisa mungkin saya tetap memberi gambaran bahwa membuat sistem seperti itu bukan hal yang mudah apalagi murah. Dari situ saya sadar, banyak pelaku usaha ingin website canggih bukan karena benar-benar butuh, tapi karena membayangkan website seperti marketplace besar. Padahal di fase awal website UMKM tidak perlu serumit itu. Saya biasanya mengajak pemilik usaha untuk fo...

Kenapa Bisnis Tak Otomatis Ramai Hanya dengan Punya Website?

Image
Wajar sekali jika kita berharap usaha langsung ramai setelah punya website. Namun, sebagai penyedia jasa pembuatan website, saya merasa perlu berbagi pendapat yang lebih utuh agar teman-teman tidak kecewa. Jujur saja, mendengar ekspektasi itu saya sempat bingung bagaimana menjelaskannya. Di satu sisi, saya ingin memberikan harapan besar. Namun di sisi lain, saya perlu untuk bicara apa adanya sebagai penyedia jasa pembuatan website. Saya ingin berbagi sudut pandang ini untuk teman-teman UMKM dan Solopreneur lainnya agar kita punya langkah dan ekspektasi yang sama. Gambar diambil oleh  Tem Rysh  di  Unsplash Analogi Ruko di Jalan Buntu Membuat website itu ibarat saya membangunkan Anda sebuah ruko yang menarik, rapi, dan kokoh. Saya pastikan pintunya berfungsi baik, catnya bagus, dan barang-barang di dalamnya tertata dengan informasi harga yang jelas. Namun, bayangkan jika ruko yang sudah rapi itu saya bangun di jalan buntu atau di tengah hutan . Apakah akan ada orang yang ...

Membangun Ruko Digital untuk UMKM: Solusi Konten bagi Solopreneur yang Ingin Usahanya Dikenal Luas

Image
Saya masih sangat percaya pada satu hal: tulisan memiliki daya tarik tersendiri. Tulisan dapat menjadi jembatan untuk menarik orang lain agar memahami, percaya, dan akhirnya mengikuti apa yang diharapkan. Namun bagi pelaku UMKM,  terutama Anda yang masih bergerak sebagai solopreneur , ada realita bahwa mengurus usaha sendirian itu sangat padat. Dari urusan produksi hingga pelayanan, waktu seolah habis begitu saja. Jangankan untuk menulis artikel blog, untuk melakukan aktivitas kesehariannya  saja dipenuhi tantangan. Padahal, setiap pengusaha punya mimpi yang sama: ingin usahanya dikenal luas. Di sinilah teknologi digital hadir sebagai pembuka peluang melalui sebuah Ruko Digital . Sebuah Solusi untuk Pengusaha Sibuk Saya sempat penasaran, "Bagaimana caranya agar pengusaha yang sibuk ini tetap bisa menceritakan usahanya melalui tulisan?" Berangkat dari rasa penasaran itulah, saya membuat paket pembuatan website usaha yang sudah termasuk pengelolaan blog. Tapi ada satu hal yan...