Belakangan ini, saya sering membaca sebuah perspektif menarik di sosial media: AI (Artificial Intelligence) sebenarnya memberikan kita peluang besar untuk mempelajari hal-hal baru yang selama ini belum sempat kita sentuh.
Dulu, waktu saya sering habis terkuras untuk urusan teknis pekerjaan utama. Sebagai orang yang fokus di bidang pengembangan website, waktu saya habis untuk memastikan baris-baris kode berjalan dengan baik. Akibatnya, saya hampir tidak punya waktu untuk menengok bidang lain di luar urusan development.
Namun belakangan ini, fokus dan sudut pandang saya mulai bergeser.
Saya tidak lagi ingin sekadar menjadi "pembuat website" yang selesai tugasnya begitu web diluncurkan. Saya ingin bertransformasi menjadi seorang pengembang yang juga memikirkan: Gimana caranya agar website ini beneran ramai pengunjung, dan bisa membantu orang yang beneran butuh jasa kita?
Mitos Kecepatan Website: Sebuah Tamparan Realita
Dulu, saya sempat punya anggapan bahwa kalau website sudah punya performa yang kencang (fast loading) dan ramah saat dibuka di HP (mobile-friendly), maka otomatis website tersebut bakal ramai pengunjung. Logikanya sederhana: pengguna suka web yang cepat, dan Google suka web yang ramah mobile.
Ternyata, anggapan itu belum sepenuhnya tepat.
Kecepatan dan performa responsif itu baru mencakup satu pilar dari tiga pilar utama SEO, yaitu Technical SEO. Ibarat toko fisik, Technical SEO itu adalah bangunan toko yang kokoh, pintunya gampang dibuka, dan AC-nya dingin. Nyaman? Jelas. Tapi apakah orang otomatis tahu toko itu menjual apa? Belum tentu.
Masih ada dua pilar mendasar lainnya yang wajib dipenuhi agar bisa bersaing di halaman pencarian Google, yaitu On-Page SEO (isi/konten di dalam web) dan Off-Page SEO (reputasi di luar web).
Rasanya Terdampar di Ranking 200 Google (Halaman 19!)
Bukti nyata dari kelalaian saya terhadap dua pilar lainnya langsung terlihat saat saya mengecek performa website saya sendiri. Begitu di-tracking, posisinya terdampar di ranking hampir 200, alias di halaman 19 Google! ๐
Tentu rasanya lumayan nyesek.
Menembus halaman 1 Google ternyata memang gak semudah membalikkan telapak tangan. Jarak dari halaman 19 ke halaman utama itu terasa sangat jauh. Namun, alih-alih meratapi nasib, saya memilih untuk bersyukur. Lebih baik saya mengetahui fakta pahit ini sekarang daripada tidak tahu sama sekali, kan? Ini adalah bahan evaluasi dan pembelajaran yang sangat mahal.
Langkah Berbenah: Fokus pada Fondasi On-Page
Setelah tahu kelemahannya, sekarang saya sedang fokus membenahi pilar kedua, yaitu On-Page SEO.
Strategi yang saya lakukan saat ini adalah menentukan kata kunci (keyword) target, lalu menampilkannya lebih banyak di dalam artikel dan halaman web. Tapi, ada satu aturan penting yang saya pegang: harus menggunakan bahasa yang natural.
Saya menghindari teknik kuno seperti keyword stuffing (menjejalkan kata kunci secara paksa dan berlebihan) karena hanya akan membuat artikel terasa kaku dan tidak nyaman dibaca oleh manusia. Ingat, kita menulis konten untuk manusia, bukan untuk robot Google.
Saat ini, saya sedang menargetkan kata kunci lokal: Jasa Pembuatan Website di Lumajang. Proses perbaikan konten ini masih terus digarap secara bertahap, dengan harapan posisinya bisa pelan-pelan merangkak naik ke halaman utama Google di masa mendatang.
Pelajaran untuk UMKM: Website Bukan Pajangan
Pengalaman ini membuat saya sadar satu hal penting yang sering dialami oleh pemilik UMKM. Banyak orang mengira bahwa membuat website adalah proyek sekali jadi. Begitu website selesai dibuat dan online, tugas selesai.
Padahal, membuat website baru merupakan langkah awal. Digital Foundation atau fondasi digitalnya dimulai dari integrasi Google Maps, WhatsApp Business, hingga optimasi SEO yang harus terus dirawat secara berkala agar website kita tidak berakhir menjadi pajangan di halaman belakang Google.
Gimana dengan website bisnismu saat ini? Sudah coba dicek posisinya ada di halaman berapa?
Butuh Website yang Ringan dan Siap SEO?
Belajar dari proses optimasi website saya sendiri, saya berkomitmen untuk tidak sekadar membuatkan website kosmetik atau pajangan biasa buat klien-klien saya. Saya ingin website Anda benar-benar bekerja menghasilkan konversi.
Buat kamu yang mau membangun fondasi digital yang kuat serta dimulai dari koding manual yang super cepat (tanpa framework berat), ramah HP, hingga penerapan teknik SEO sejak awal. Yuk kita diskusikan bersama.
Intip portofolio dan pilih paket yang pas buat tokomu di
